Della89’s Weblog

my blog..my own..

ditegur?it’s time for evaluating.. Februari 23, 2009

Diarsipkan di bawah: della's — della89 @ 1:59 pm

setelah gw baca artikel teguran yg menurut gw baguuussss bgt.

i just realize something.

kenapa yah, ketika kita ditegur ma orang lain, bawaannya tuh emosi aja.

merasa kalo kita ga salah.merasa tuh orang kok ’sok yg paling bener’ aja gt.

padahal,ga da salahnya juga kalo kita mendengarkan mereka lho.

kan orang lain bisa melihat kekurangan kita, yang mungkin kita tidak sadari.

buat teteh, mama, papa, Aa, yani dan semua orang2 yg sering mengingatkan

della, makasih banget yah.

emang c, keliatannya della bete di nasihatin mulu.

tapi sebenarnya della berterima kasih atas nasihat2nya.

i know, u care bout me.

i really appreciate it^^

LOVE U ALL =)

 

Bercemin di telaga teguran Februari 23, 2009

Diarsipkan di bawah: I Proud To Be Moslem — della89 @ 1:45 pm

“Tolonglah saudaramu, baik dia zhalim atau dizhalimi. Apabila dia zhalim, cegahlah. Bila ia dizhalimi, menangkanlah.” (HR. Al-Bukhari)

Maha Suci Allah yang menciptakan alam ini begitu sempurna. Malam dan siang silih berganti melayani hidup manusia. Terang dan gelap pun menjadi sebuah kebutuhan makhluk-Nya di seluruh bumi. Tapi, tidak semua yang gelap boleh dibiarkan apa adanya.

Anggaplah teguran sebagai hadiah rabbaniyah

Tidak ada dosa dan kesalahan yang tanpa balasan. Semua akan dibalas oleh Allah swt., dalam kehidupan ini atau di akhirat kelak. Bayangkan jika dosa dan kesalahan bergulir tanpa terasa. Tanpa ada teguran, tanpa ada peringatan.

Menggunungnya dosa dan kesalahan bahkan bisa menyumbat semua cahaya kesadaran. Orang-orang seperti ini bukan hanya tidak menemukan pintu kesadaran, justru ia merasa kalau dirinya tergolong yang dapat petunjuk. Maha Benar Allah dalam firman-Nya, “Sebahagian diberi-Nya petunjuk dan sebahagian lagi telah pasti kesesatan bagi mereka. Sesungguhnya mereka menjadikan setan-setan pelindung (mereka) selain Allah, dan mereka mengira bahwa mereka mendapat petunjuk. [QS. Al-A'raf (7): 30]

Allah swt. selalu sayang pada hamba-hamba-Nya. Berbeda dengan orang kafir yang terus mendapat uluran peluang sehingga terus bermaksiat, orang mukmin tidak begitu. Sedikit bengkok, selalu ada teguran. Ada teguran langsung berupa musibah, ada teguran tidak langsung yang disuarakan melalui mulut manusia.

Allah swt. bahkan mencirikan mereka yang saling menegur sebagai generasi yang selamat dari bencana kerugian: dunia dan akhirat. Maha Agung Allah swt. dalam firman-Nya, “Demi masa. Sesungguhnya manusia dalam kerugian. Kecuali, orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat menasihati supaya mentaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran.” [QS. Al-Ashr (103): 1-3]

Anggaplah teguran sebagai ungkapan sayang

Kadang sulit menerjemahkan sebuah ungkapan dengan timbangan yang jernih dan lurus. Termasuk dalam soal teguran. Sederhananya, orang yang menegur diterjemahkan sebagai lawan yang menyusahkan, bahkan menjatuhkan.

Dalam timbangan akhlak, nilai sebuah teguran jauh dari terjemahan itu. Bahkan bertolak belakang. Teguran bukan untuk menyusahkan, melainkan memudahkan. Teguran bukan ungkapan marah, apalagi permusuhan. Melainkan, justru ungkapan sayang dan persaudaraan.

Rasulullah saw. yang mulia mengatakan, “Tiga perbuatan yang termasuk sangat baik, yaitu berzikir kepada Allah dalam segala situasi dan kondisi, saling menyadarkan satu sama lain, dan menyantuni saudara-saudaranya (yang memerlukan).” (HR. Adailami)

Teguran adalah ungkapan sayang yang sejati seorang saudara terhadap saudaranya yang terjebak dalam kesalahan. Cinta karena Allah, dan benci pun karena Allah. Kalau bukan karena cinta, mungkin ia tak akan pernah menegur. Karena upaya itu begitu berat.

Anggaplah teguran sebagai guru lapangan

Teguran tidak selalu berhubungan dengan dosa. Tidak selalu berhubungan dengan sesuatu yang prinsip. Ada teguran yang memang sangat diperlukan ketika sebuah wilayah teoritis dibumikan dalam wilayah aplikatif.

Dalam hal berumahtangga misalnya. Ketika belum memasuki pernikahan, seseorang merasa sudah paham betul dengan yang namanya berumahtangga. Itu ia dapat dari buku, ceramah, dan sebagainya. Tapi, ketika berumahtangga menjadi sebuah kenyataan, semua menjadi berbeda. Realita kadang tidak selalu mengikuti idealita.

Terjadi kegamangan di situ. Ada konflik suami isteri. Sesuatu yang dalam teori begitu indah, ternyata begitu gersang dalam kenyataan di lapangan. Tentu, yang salah bukan idelitanya. Tapi, cara bagaimana menggapai idealita itu yang belum pas. Di sinilah, seseorang membutuhkan teguran. Dan teguran saat itu menjadi guru di lapangan realita.

Anggaplah teguran sebagai cermin memperindah diri

Ego manusia selalu mengatakan kalau ia serba sempurna. Tidak ada cacat. Tidak ada noda. Semua bagus. Kalau ada orang yang menilai lain, pasti si penilai yang teranggap salah.

Begitu pun yang mungkin terjadi dalam diri seorang mukmin. Dengan penuh percaya diri, ia yakini kalau semua langkahnya sempurna. Tidak ada yang salah. Yang salah adalah jika ada yang menganggapnya salah.

Dalam sudut pandang Islam, manusia adalah tempat salah dan lupa. Jadi, akan ada saja kemungkinan kalau seorang mukmin pun bisa khilaf. Kalau seorang ulama pun bisa salah. Kalau seorang pemimpin pun bisa kepeleset. Saat itu, ia butuh teguran sebagai cermin yang bisa menyadarkan.

Rasulullah saw. mengatakan, “Seorang mukmin adalah cermin bagi mukmin lainnya. Apabila melihat aib padanya, dia segera memperbaikinya.” (HR. Al-Bukhari)

*dakwatuna.com

 

9 Kewajiban Umat Terhadap Al Aqsha Februari 15, 2009

Diarsipkan di bawah: I Proud To Be Moslem — della89 @ 3:28 am

Kalau para ahli fiqh menentukan bahwa suatu kewajiban ada yang terbatas dari segi waktu, demi kemuliaan si pelaku atau karena kesitimewaan tempatnya. Maka suatu kewajiban yang agung yang harus dilakukan ummat pada zaman ini adalah terhadap Masjid Al-Aqsha, kiblat pertama umat Islam, masjids suci ketiga dalam ajaran Islam serta tempat isra’nya Rasulullah salallahu alaihi wasallam.

Ada sembilan kewajiban yang harus diemban umat Islam saat ini, dimana pun mereka berada, yaitu :

1. Memproklamirkan jihad untuk membebaskan Al-Aqsha dan melindunginya dari para pengganggunya. Hal ini sudah disepakati oleh seluruh fuqoha’ (ahli fiqh) Islam. Mereka telah menetapkan, bahwa barang siapa yang menjajah sejengkal tanah dari kaum muslimin, maka hukumnya menjadi fardhhu ain bagi seluruh umat Islam untuk membebaskannya. Seorang perempuan boleh keluar tanpa izin dari suaminya, seorang budak boleh pergi tanpa izin dari majikanya, seorang anak boleh berangkat tanpa izin orang tuanya. Kalaupun Al-Aqsha telah lama dijajah, tetapi kewajiban ini belum lepas dari pundak setiap muslim. Mereka wajib membebaskanya sebelum dihancurkan oleh yahudi dan digantinya dengan Haikal Sinagog buatan mereka.

2. Mengalirkan darah dan mengorbankan nyawa demi mejaga Al-aqsha dari kehancuran. Ini suatu keharusan, karena sesuatu yang diambil dengan darah maka harus dikembalikan dengan darah. Karena sesungguhnya amalan yang paling Allah cintai adalah mengalirnya setetes darah dalam jihad fi sabilillah. Dalam salah satu riawayt diterangkan, Allah sangat kagum bahkan tertawa ketika melihat seseorang menceburkan dirinya dalam medan perang. Sementara teman-temanya pada mundur, kemudian ia terbunuh oleh musuh.

3. Memberikan hartanya untuk modal Jihad Fi Sabilillah di Palestina, di antaranya untuk melindungi Masjid Al-Mubarak. Dana ini diperlukan untuk melakukan renovasi, memeliharanya dari kerusakan, menggaji para pegawainya dan memberikan santunan bagi orang yang sukarela memelihara Al-Aqsha. memberikan bantuan bagi para keluarga yang bekerja di Al-Aqsha. Di samping itu, dana tersebut dapat digunakan untuk melakukan propaganda dan informasi bagi masyarakat umum.

4. Menyisihkan waktu untuk sesekali mengunjungi Al-Aqsha bagi yang tinggal dekat dengannya. Sebagaimana sabda Nabi salallah alaihi wasallam, “setiap mayit terhenti amal ibadahnya kecuali orang yang berjuang di jalan Allah”

(lagi…)

 

knp harus malas?? Januari 28, 2009

Diarsipkan di bawah: della's — della89 @ 4:06 am

hmm, tgl 31 nanti  ada testimonial khusus anak d3.

knp y temen2 sekelas gw pada ga mau dateng..

padahal menurut gw tuh, ga ada ruginya bgt kalo dateng..

kenapa ya mahasiswa sekarang tuh males2 (termasuk gw c,hehe..)

tapi untuk hal2 seperti ini c ga boleh diabaikan lah..

think logically ajah..

kenapa y untuk hal2 ga penting & g bener pada  kompak bgt..

kaya nilai jeblok..kompak..

bolos..kompak..

kalo semua anak muda kaya gitu..

wajar aja ampe sekarang bangsa kita ga maju2..(deuilah..)

untung masih ada segelintir anak2 muda yg respect,(yah..gw lah salah satunya..hehehe)

tapi beneran deh temen2..

kalo kalian kaya gini terus,yah..gimana yah..

hehe,lo semua juga dah dewasa..

ga perlu gw kasih tau kan??

 

sangat manusiawi.. Januari 27, 2009

Diarsipkan di bawah: della's — della89 @ 2:38 pm

hhmm, udah lama parah yah, gw ga nulis di blog ini

ga teraasa dah setahun aja..hehe..

ampe ada komen yg baru gw approve.

maaf ya kawan2.

im back

dlas

banyak bgt hal yg dah terlewat..

(lagi…)

 

hurt.. Januari 7, 2008

Diarsipkan di bawah: della's — della89 @ 3:39 am

.hov:hover{background-color:yellow}

 

mendaDAK kernet Desember 31, 2007

Diarsipkan di bawah: della's — della89 @ 6:24 am
 

sapu tangan.. Desember 31, 2007

Diarsipkan di bawah: della's — della89 @ 6:17 am

handkerchief.jpg

 

Waktu SMP, gw suka berangkat bareng temen-temen gw. Karena ga terlalu jauh, jadi kita berangkatnya jalan kaki aja. Setiap pulang dan pergi sekolah kita selalu ngelewatin jalan yang sama. Waktu itu gw baru di beliin sapu tangan baru ma nyokap gw. Jadi gw selalu bawa sapu tangan itu kemana-mana.

            Nah, kaya biasanya siang itu kita berangkat bareng-bareng lagi. Ga lupa gw bawa  tuh sapu tangan dari nyokap gw. Eh,   di tengah jalan tali sepatu gw lepas. Ya udah, gw iket tali sepatu dulu kan. Kebetulan dideket situ ada bangku. Langsung aja gw ikat tali sepatu, sambil duduk di situ. Gw taruh sapu tangannya di sebelah gw. Habis selesai ngiket tali sepatu gw langsung jalan lagi bareng temen-temen gw.

            Pas nyampe sekolah, gw baru ingat kalo sapu tangan gw ketinggalan. Gw udah hampir nangis deh inget sapu tangan gw yang ketinggalan. Ya udah deh, gw ikhlasin tuh sapu tangan ilang. Pasti nyokap gw marah-marah lagi.

            Gw emang sering banget ngilangin barang-barang. Ini bukan pertama kalinya gw ngilangin sapu tangan. Sebelumnya juga pernah ilangin sapu tangan. Gw jatuhin entah dimana.

            Gw juga pernah ngilangin payung. Ceritanya, waktu itu nyokap gw minta dibeliin rujak. Karena siang itu panaas banget, nyokap gw suruh pake payung. Terus  gw berangkat deh tuh. Pas pulang dari tukang rujak gw ngerasa ada yang kurang, tapi apa ya??. Ya udah lah mungkin perasaan gw aja. Nyampe rumah langsung gw kasih deh rujaknya ke nyokap gw.

Terus nyokap gw nanya “Lho, payung kamu mana?”

Gw mikir, “Emang Della bawa payung ya Ma?” tanya gw balik.

“Ya, ampun kan tadi kamu berangkat pake payung..”kata nyokap gw..

“oh..iya Della baru ingat… kayanya ketinggalan deh ma..”jawab gw tolol.

            Gw emang pelupa banget!!

            Waktu SMA dulu gw juga sering saltum. Seharusnya pake seragam Pramuka, gw malah pake putih abu-abu. Dan itu berlangsung 4 minggu berturut-turut. Temen-temen and guru gw  ga ada yang percaya kalo gw bener2 lupa. Tapi sumpah, gw ga boong gw mang bener2 lupa.

            Ya udah balik ke cerita awal. Sepanjang pelajaran gw kepikiran terus deh ‘about sapu tangan kesayangan gw. Ampe ga terasa udah bel pulang aja. Gw pulang bareng temen-temen gw lagi. Ngelewatin jalan yang sama. Dan ngelewatin bangku yang tadi. Deg! Gw ngeliat sapu tangan gw. Sapu tangan kesayangan gw! Gw langsung lari ambil sapu tangan gw. “Ya, ampun!! Kok lo masih sapu tangan!!lo nungguin gw ya??hehe.. makasih ya..” hehe.. akhirnya sapu tangan gw ga jadi ilang deh. Hore..gw ga jadi dimarahin nyokap!!..makasih ya 4W1.. : p

             Pelupa mang ngeselin tahu!! Kadang malah gw suka lupa hal2 yang regular. Kaya, gw dah shalat apa belum. Atau gw dah makan pa belum(kalo yang ini sih gw aja yang suka lupa2in, supaya bisa makan lagi..hehe..) Gw harap, someday penyakit pikun gw ini bisa ilang.  Hmm..ada yang punya solusi ga??       

 

ojek rese Desember 31, 2007

Diarsipkan di bawah: della's — della89 @ 6:12 am

 

 ojek_kenegeri_jiran.gif

Sebenarnya ini kisah salah satu sahabat gw sih. Nama  sahabat gw itu Adaw. Namanya unik ya??. Hehe..ya iyalah anaknya aja unik..100% betawi aselih!! Tapi tampangnya Tionghoa abis.. Jadi ceritanya itu gini..

 

            Adaw tuh anaknya gokil banget. Kalo bawa motor udah kaya orang kesetanan.  Suatu  hari, dia lagi naik motor. Kaya biasanya deh, dia bawa motor dengan kecepatan kaya The Flash.

             Terus, lagi asik-asiknya ngebut dia ga ngeliat ada lubang aja gitu di jalan depan dia. Ya udah..otomatis teman gw itu nyusruk dengan sukses. Huff!! Kebayangkan malu banget. Jatuh di jalan raya. Udah lagi rame banget lagi. And   di TKP (Tempat Kejadian  Perkara)nya tuh banyak tukang ojek. Dengan baju and muka penuh debu(plus malu), temen gw ngangkat motornya sendirian. 

            Dan bagian paling tragisnya tuh, the Ojekkers bukannya nolongin temen gw, malah bilang gini “ Woy..jangan ditolongin,..jangan ditolongin…anak Cina..anak Cina…!!!.” Rese banget kan…!! Gw ngakak aja dengerin Adaw cerita. Dia bilang gini “Tahu ga sih Del, dalam hati gw tuh udah misuh-misuh. Sebel banget kan!! Bukannya di tolongin malah dikatain anak Cina. Ga tahu aja tuh tukang ojek..gw betawi asli..”

            Hehe..makanya Daw, kalo bawa motor jangan kaya lagi balapan motoGP..

            Haha..salam PAB!!  

 

get ur spirit Desember 31, 2007

Diarsipkan di bawah: della's — della89 @ 5:34 am

 news.jpg

wanna have some informations click here