Curhat, gw galau, galau parah
by della
Jakarta, 18 Feb 2011
Assalamualaikum wr wb
Gokil ye. Perut gw kayanya tambah tambun deh. Gimana engga coba, yang paling parah adalah gw suka makan diatas jam 8 malem, bukan dalam porsi manusiawi pula, ckck. Harusnya gw ga boleh ngeluh akan berat badan gw ya, gw tahu penyebabnya apa, konsekuensinya bagaimana, tapi tetep aja kaga menghindari hal-hal yang menyebabkan gw tambah gendut, dasar anak absurd ya
Bulan depan udah mau book fair aja. Yaaammpuunn, gw suka kalap deh kalau udah bookfair gini. bawaannya pengen beli beli beli. menurut gw beli buku adalah investasi yg ga ada ruginya. syangnya bookfair sebelumnya gw beli buku tanpa direncanakan sih, jadi ujungnya gw salah beli buku. bukunya sih bagus, cuma kurang menarik buat gw. tapi, kali ini gw udeh tahu apa yang mau gw beli
.
Ngomong- ngomong soal buku, gw lagi baca buku yang baguuss banget. judulnya komitmen seorang muslim. hadiah milad dari sari, hehe. isinya tentang yaa tentang komitmen kita sebagai seorang muslim. keren deh bukunya. recommended! ini bisa jadi media muhasabah yang baik. kalau merasa lagi jauh dari lingkungan yang kondusif untuk mendekatkan diri kepada Allah, ini buku insya allah bisa jadi pegangan
. karena jujur aja ya, lingkungan sangat berpengaruh dengan gaya hidup dan cara berpikir. walau memang filter akhir tetep balik pada diri kita masing2. tapi ga bisa dipungkiri bahwa manusia itu makhluk sosial, sekuat2nya iman dan prinsip mereka, mereka tetap butuh berkomunikasi dan bersosialisasi dengan orang lain. sedikit banyaknya itu bisa berpengaruh sama gaya hidupnya itu. ironisnya negara kita yang katanya mayoritas berpenduduk muslim ini, gaya hiidup masyarakatnya, mayoritas, memang jauh dari perilaku muslim. apalagi kaum urban yang tinggal di kota2 besar. gw sendiri ga mau munafik. jujur, gw sendiri juga masih harus banyak belajar. hanya aja kadang gw udah terlalu jenuh tinggal di lingkungan yang careless, individualis, egois kaya gini.
Makin lama manusia makin gila aja ya. wajar aja kalau angka kriminalitas itu makin meningkat, lah masyarakatnya makin konsumtif aja. Mall, minimarket, pusat perbelanjaan makin merajalela aja. Bukannya gw anti kemapanan atau apa ya, tapi gw muak aja liat orang kalau udah belanja kaya orang kesetanan. ckckck, istighfar cuy. orang jadi menghalalkan segala macam cara untuk mendapatkan apa yang mereka mau. naudzubillah. materi bukan segalanya kan. walau memang ga bisa dipungkiri bahwa kita butuh materi. tapi sadar ga sih, parameter kebahagiaan kan bukan hanya diukur dari materi??!!
Jadi seorang pekerja keras itu bagus, tapi bekerja itu hanya sebagian dari ibadah. orientasi hidup manusia yang utama itu kan IBADAH. itu lah tujuan hidup manusia, yang jelas tertulis di Al-Quran. bekerja adalah bagian dari ibadah, belajar pun demikian, dan lain sebagainya. Sedihnya..yang sedang gw alami sekarang adalah penurunan kualitas ibadah gw, halaaahh curhat lah akhirnya gw. Gimana engga dilema ya, buat apa sih hidup berkecukupan tapi ibadah gw berantakan? tujuan utama gw malah terlalaikan. buat apa?
Pernah ga sih lo merasa jadi orang munafik. yah mungkin itu yang sekarang lagi gw rasain. manusia pasti pengen selalu meningkatkan kualitas hidupnya, begitu pun gw. gw cuma pengen berusaha jadi manusia yang bermanfaat, at least buat diri gw sendiri. gw cuma pengen jadi manusia yang bisa menciptakannilai, at least buat diri gw sendiri. gw cuma pengen jadi manusia yang bisa menjalankan apa yang benar menurut nuraninya, menurut perintah Allah dan rasul-Nya, tapi gw pun cuma manusia biasa, yang penuh dengan kelalaian, kebodohan. ujungnya gw cuma takut dan khawatir, keinginan gw jadi manusia yang selamat di akhirat kelak, tak tercapai.
Kekhaawatiran kaya gini wajar ga sih? Gw cuma ingin berusaha jadi manusia yang baik. bukan hanya baik di mata manusia, tapi di mata Allah. Galau banget rasanya. Gw takut jadi manusia yang riya, ujub, ujungnya apa yang gw kerjakan selama ini jadi ga ada artinya. Kekhawatiran terbesar adalah bagaimana gwbisa menjaga hati ini, menjaga iman ini, menjaga hidayah yang Allah telah berikan, menjaganya dengan segala keterbatasan yang gw miliki.
akhirnya, gw cuma bisa berharap, berdoa, berusaha, melakukan, mengamalkan, apa yang gw tahu itu benar dan berharap hidup gw di dunia bukanlah kesia-siaan.
Wassalam